Website dalam tahap dikembangkan! Pantau perkembangannya klik disini Sahabat

Surat Cinta Untuk Pak Menteri

Surat Cinta Untuk Pak Menteri Facebook Twitter WhatsApp

Surat Cinta Untuk Pak Menteri

    Untuk yang Tercinta, Pak Muhadjir Efendi
 (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia)
    
Selamat Malam Pak menteri, selamat menikmati malam Ramadhan yang penuh kasih ini. Semoga pak mentri dan keluarga senantiasa tersinari cahaya Allah SWT. Mengingat ini adalah hari di bulan yang istajabah, semoga usaha-usaha yang bapak lakukan untuk membenahi sistem pendidikan di Indonesia Menjadi Ibadah yang menyelamatkan bapak dan keluarga di hari kiamat nanti. Amiin..
    Pak Menteri terkasih, kami adalah segelintir rakyat Indonesia yang gelisah karena keputusan bapak pada tanggal 12 Juni kemarin. dengan keputusan yang nantinya akan membuat keputusan akan membuat adik-adik kami seharian penuh berada pada ruang kelas yang pengap dan celoteh guru-guru yang membosankan. Sungguh kasihan adik-adik kami pak. Mereka harus 12 tahun menjadi memory kosong yang diinstalasi oleh guru-guru yang membosankan itu setiap harinya pak. Sungguh kami takut adik-adik kami akan kehilangan masa kekanak-kanakanya. Oleh karena itu, izinkan kami sekedar mengajak pak menteri bertamasya ke Finlandia melalui surat cinta ini, sekaligus untuk membangun romantisme antara kami dan bapak. Hehe
    Pak, di Finlandia, kami dengar adik-adik disana hanya bersekolah 5jam sehari. Tanpa PR. Tanpa Ujian di tiap tahunya, dan tanpa tugas-tugas yang harus dikerjakan di setiap harinya. Tapi disana suasana pendidikan sungguh mempesona, mereka terus ditanami mindset bahwa setiap kejadian, setiap tempat, dan setiap waktu adalah wahana untuk belajar, meningkatkan kredibilitas, kapasitas, dan kualitas mereka dengan seleluasanya. Maka jadilah adik-adik disana menjadi output pendidikan yang terbaik di dunia.
    Pak, demi cinta dan kasih kami kepada bapak dan adik-adik kami di Indonesia, sudilah kiranya bapak sesekali keluar dari gedung kementerian, menyapa para kepala sekolah, menyapa guru-guru, dan menyapa para siswa. Mengajak mereka berdiskusi. Perintahkan pada guru-guru dari adik-adik kami untuk tidak menjerat mereka dengan PR dan tugas-tugas setiap harinya. Tanamkan pada diri adik-adik kami untuk belajar dengan senang dan bahagia, dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun. Sungguh bukan jam pelajaran yang harus ditambah dan diperbanyak intensitasnya pak. Tapi pembangunan mindset, bahwa pendidikan yang sesungguhnya bukan di ruang kelas atau area persekolahan.
    Terakhir, semoga Bapak dan keluarga selalu diberi kekuatan oleh Allah SWT agar mampu melaksanakan tugas mulia. Membentuk jati diri bangsa, yang selanjutnya untuk membangun bangsa yang berkeadaban.

Yang tak lelah mengasihimu,
Sahabat-Sahabati PC PMII Surabaya Selatan

©2017-2018 PMII Surabaya Selatan.