Website dalam tahap dikembangkan! Pantau perkembangannya klik disini Sahabat

Sempat Dipukul Mundur Aparat, Komitmen Kader PMII Surabaya Selatan Tetap Untuk Rakyat.

Sempat Dipukul Mundur Aparat, Komitmen Kader PMII Surabaya Selatan Tetap Untuk Rakyat. Facebook Twitter WhatsApp

Terlihat antusiasme kader-kader PMII Surabaya Selatan melakukan unjuk rasa untuk penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law (Kamis, 8/10/20) kemaren. Dengan persiapan yang cukup matang dua hari sebelumnya, pembahasan tentang ketidakadilan UU Cipta Kerja yang telah disahkan (Senin, 5/10/20) pada Rapat Paripurna XII masa persidangan 2020/2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

 

Masa aksi kader PMII Surabaya Selatan berjumlah 102 orang dan bergabung bersama GETOL atau Gerakan Tolak Omnibus Law untuk melakukan aksi di depan Gedung Grahadi Surabaya. Pengesahan UU Cipta Kerja ini memicu semangat juang untuk membela buruh dan rakyat yang merasa dirugikan karena UU Cipta Kerja ini.

 

Lebih dari pada itu UU Omnibus law ini memang memiliki kesan terburu buru dalam meracik serta memutuskan. Terlebih dari pengindukan serta perubahan UU yang lebih membuka pintu lebar ladang bagi investor asing. Pendek kata, kebijakan demikian lebih banyak mendongkrak pada perburuan Kapital daripada kesejahteraan buruh dan masyarakat.

 

Masih banyak lagi klaster yang terdampak negatif dari disahkannya UU tersebut, antara lain dari sektor lingkungan, pendidikan, lahan dan perhutanan, dll. Pemandangan yang cukup aneh mengundang duka.

 

Namun sebelum aksi itu diintruksikan untuk turun ke jalan oleh Ketua PMII  Komisariat Tarbiyah. Perjalanan  massa aksi sempat pecah di gedung negara Grahadi Surabaya. Puluhan massa aksi dari lajur utara Grahadi sudah memuncak atmosfernya. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya Selatan tiba bak seperti bala bantuan massa aksi yang sedang ricuh dengan aparat.

 

Atmosfer yang sebelumnya sudah panas dan kemudian ditambah situasi yang sudah kacau, kemudian dibarengi gas air mata yang sudah menutupi pandangan jalan, kader-kader PMII Surabaya Selatan memiliki komitmen untuk defensif tetap pada koridor awal ingin bertemu pejabat dan menyampaikan aspirasi pendapat.

 

Namun apalah daya, tindakan represif oleh oknum aparat membuat lontaran komando tarik mundur massa aksi oleh Ketua Komisariat Tarbiyah sahabat Rama.

 

Shavira Tasya
Surabaya,Kamis 8 Oktober 2020

Komentar Sahabat/i :


©2017-2018 PMII Surabaya Selatan.