Website dalam tahap dikembangkan! Pantau perkembangannya klik disini Sahabat

Menyambut Rekondisi Silaturahmi Online

Menyambut Rekondisi Silaturahmi Online Facebook Twitter WhatsApp

Beberapa orang mungkin agaknya tendensi terhadap budaya yang kian melekat dari tahun ke tahun, dan di saat situasi seperti ini semua berupaya untuk tidak bersalam-salaman dan bertemu meminta maaf karena kondisi yang semakin hari semakin memburuk situasinya.

Coronavirus desease menjadi penyebab utama kejanggalan untuk menjalankan tradisi yang sudah turun temurun dilaksanakan setelah selesai melakukan puasa di bulan Ramadhan dan menginjak awal di bulan Syawal.

Bersilaturahmi dengan sanak famili, saudara, kerabat, hingga tetangganya sangat masif dilakukan karena tradisi ini sudah mengakar kuat pada kebudayaan dan kepercayaan masyarakat di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia.

Wajar memang jika tradisi seperti itu dilakukan karena mereka yang melaksanakan hal seperti itu dominan umat muslim, dan negara Indonesia ialah negara yang paling banyak jumlah populasi manusianya yang beragama Islam.

Dalam agama Islam pun anjuran dalam melaksanakan silaturahmi sangat diganjar manfaat dan pahala yang sangat banyak. Allah SWT berfirman sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (١)
Yang artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-Mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan darinya pada Allah menciptakan isterinya : dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa’ : 1)

Penegasan dalam Al-Qur'an tidak hanya ada pada surat An-Nisa' saja, melainkan terdapati juga pada surat Muhammad yang berbunyi:

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إنْ تَوَلَّيْتُمْ أنْ تُفْسِدُوْا فِي الأرْضِ وَتُقَطَِعُوْآ أرْحَامَكُمْ (محمد: 22)
Yang artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturrahim)?” (QS. Muhammad : 22)

Ayat Al-Quran demikian hanyalah sedikit dari anjuran dan pentingnya menjalin persaudaraan dan tali silaturahmi. Selain itu juga banyak dan ada hadits keutamaan silaturahmi yang sekaligus bisa menjadi penjelasan agar kita tahu hikmah dan manfaat silaturahmi dalam islam. Sebagai salah satu haditsnya ialah:

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنا الرَّحْمنُ، وَأَنا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بتَتُّهُ
Yang artinya: “Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar Rahman. Aku menciptakan Ar Rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.” (HR. Ahmad 1/194, shahih lighoirihi).

Kemudian ditegaskan kembali dengan salah satu hadits Nabi yang berbunyi:

مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ
Artinya: “Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari)

Dari demikianlah banyak masyarakat Indonesia yang beragama Islam sangat mengagumi keberkahan dan manfaat dari bersilaturahmi dan menjadikannya sebagai adat istiadat atau tradisi yang turun temurun dilaksanakan.

Namun mengingat kembali bahwasanya menganggap bersilaturahmi yang tepat ialah pada saat setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, yakni bertepatan dengan awal bulan Syawal. Pada riwayatnya Imam Ibnu Hajar al-Asqalani mencatat dalam Fathul Bari. Syarah Shahih al-Bukhari mengatakan bahwa ia mendapatkan sebuah dokumen melalui sanad Jubair bin Nufair, sebuah kompilasi para sahabat Nabi yang saling berjumpa di hari raya. Mereka saling mendoakan satu sama lain dengan taqabbalallahu minna wa minkum.

Kemudian pula Imam al-Baihaqi meriwayatkan sebuah hadis dari sahabat Watsilah bin Al-Asqa', saat berjumpa dengan Nabi di hari raya, semua saling mendoakan dengan taqabbalallahu minna wa minka. Semoga Allah menerima ibadahku dan juga ibadahmu. Nabi pun menimpali dengan doa serupa.

Karenanya tradisi Idul Fitri di Indonesia kebanyakan membiasakan untuk bersilaturahmi sebagai pelaksanaan hari raya. Selama masa-masa awal bulan Syawal, banyak orang mudik ke kampung halaman untuk tetap mempertahankan silaturahmi dengan sanak famili, saudara, kerabat, hingga tetangga kampungnya.

Namun untuk situasi kali ini karena mewabahnya coronavirus desease, bahwa dalam ikut serta mengurangi dan memutus rantai pandemi yang terjadi saat ini, jalan tengah yang diambil ialah saling menjaga untuk tidak bertemu namun tetap melaksanakan silaturahmi pada saatnya tiba.

Akuisisi untuk tetap melaksanakan tradisi bersilaturahmi saat setelah melaksanakan sholat Idul Fitri atau tepatnya pada hari raya, sekaligus juga turut serta menjadi bagian pemutus rantai epidemi ini.

Banyak yang dilakukan meskipun silaturahmi via online, diantaranya ialah dapat memberikan kabar, mengucapkan ma'af dan saling mendoakan melalui platform online semisal zoom, meet, ataupun WhatsApp video call.

Adapun juga setiap orang dapat memberikan parcel lebaran via post dengan menggunakan jejaring internet. Karena untuk mengatasi pandemik yang terjadi saat ini tidak menutup insting bersosial-sosial dan saling berbagi kita menjadi terhambat pula.

Maka yang perlu disiapkan ialah paket data internet yang cukup dan menata ulang kembali niat kita dalam beribadah kepada Allah SWT untuk menjalankan kehidupan sehari-hari secara harfiah.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Penulis: Kader rayon Averouce

Komentar Sahabat/i :


©2017-2018 PMII Surabaya Selatan.