Website dalam tahap dikembangkan! Pantau perkembangannya klik disini Sahabat

Sekolah Kartini Selatan Menjadikan Kopri yang Berdikari, Ketum Cabang: Kader-kader Putri Harus Memiliki Jiwa Kepemimpinan.

Sekolah Kartini Selatan Menjadikan Kopri yang Berdikari, Ketum Cabang: Kader-kader Putri Harus Memiliki Jiwa Kepemimpinan. Facebook Twitter WhatsApp

Sekolah Kartini Selatan atau disingkat SKS adalah agenda yang diadakan pengurus cabang PMII Surabaya Selatan dalam rangka memperingati harlah KOPRI yang ke-52 yang  bertemakan "Kartini Masa Kini; Rekonstruksi Peran Perempuan di Mata Publik”. 
SKS dilaksanakan pada hari Jumat - Minggu, tanggal 22 - 24 November 2019 yang bertempatkan di Griya Bhakti Kiai Iskandar – Prapen – Surabaya.
SKS ini sedikit banyak akan mengantarkan kader putri khususnya Surabaya Selatan menjadi perempuan hebat yang membekali dirinya dengan pengetahuan, sehingga kader putri tidak terkungkung dalam tempurung dan dapat memiliki potensi yang bisa didistribusikan untuk turut serta dalam pembangunan bangsa dan Negara.
Acara ini dihadiri oleh 13 kader putri Surabaya Selatan yang hebat, cerdas, dan berkualitas. Yang mana sebenarnya pengurus cabang Surabaya Selatan sedikit kecewa dikarenakan seharusnya acara ini dihadiri minimal oleh 30 kader putri.
Tetapi hal itu tidak menghambat berjalannya acara SKS yang bertujuan memberi ruang bagi kader putri dalam bingkai diskusi serta membekali kader putri pemahaman menghadapi perkembangan zaman dengan target terciptanya dialektika dan dinamika kajian serta pemahaman kader putri Surabaya Selatan terkait dengan isu-isu kekinian.
Pada hari pertama agenda acara diawali dengan pembukaan serta sambutan oleh ketua KOPRI dan Ketua Umum PMII Cabang Surabaya Selatan pada pukul 22.10 WIB. Lalu dilanjutkan dengan pengantar materi Sex, Gender, dan Feminisme.
Hari kedua, materi pertama yaitu Gender dan Analisis Struktur Patriarki dengan pemantik sahabat Fiqih Nur Laili.
Pada materi pertama ini kader putri diharapkan dapat menjadi perempuan yang mampu merekonstruk paragdima masyarakat dalam budaya patriarki yang mana perempuan dibatasi dalam bidang politik, sosial, bahkan dalam otoritas moral. 
Dilanjut dengan materi selanjutnya yaitu Feminisme Perspektif Islam dan Analisis Gender dengan pemateri sahabat Fathullah Ramadhan. Pada materi ini yang dimaksud emansipasi perempuan yaitu ketika perempuan mampu dan sadar dalam menjalankan perannya sebagai perempuan yang  mampu memberikan peran penting yang tidak bisa dilakukan oleh laki-laki.
Lalu materi Kelembagaan KOPRI oleh sahabat Firyal Lathifah, KOPRI Komisariat UIN Malang. Dimulai dari sejarah KOPRI hingga gejolak-gejolak yang dialami KOPRI dan struktur serta letak posisi KOPRI dengan Ketua Umum. Kader putri diharapkan menjadi KOPRI yang ideal dalam kontribusi keaktifan di PMII.
Dan diakhiri dengan materi Advokasi Kebijakan Publik Berbasis Gender dan Peran Perempuan di Publik oleh KOPRI UNAIR, sahabati Safara Akhmaliah. Pada diskusi ini diadakan role play atau bermain peran sebagai praktik langsung advokasi dengan peran: pembuat kebijakan, LSM, dan penyandang disabilitas serta ibu hamil yang mana dibatasi dalam pendaftaran CPNS dengan persyaratan tidak boleh disablitas dan ibu hamil.
Diskusi advokasi berjalan dengan khidmat yang berakhir pembuat kebijakan mereaktualisasi kebijakan persyaratan pendaftaran CPNS.
Hari ketiga dilanjut dengan public speaking yang mana setiap kader putri menampilkan sebagai MC, moderator, dan pidato di depan publik. Kemudian acara diakhiri dengan penutupan dan sambutan serta pemberian sertifikat kepada peserta Sekolah Kartini Selatan oleh pengurus cabang PMII Surabaya Selatan pada pukul 11.50 WIB yang dihadiri oleh para pengurus rayom, komisariat, serta cabang. 
Dengan adanya penyuluhan seperti ini kader putri Surabaya Selatan mampu menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki jiwa kepemimpinan, dan berpengaruh dalam aktualisasi di masyarakat.

Komentar Sahabat/i :


©2017-2018 PMII Surabaya Selatan.